perlukah mahasiswa melakukan aksi turun kejalan?
Kepada para pejalan kaki
Hari ini kau kenakan sepatumu
berjalan menuju arah yang biasa kau tuju
satu persatu langkah kau buat untuk masa depan
perubahan untuk bangsa yang lebih mapan
Kepada para pejalan kaki
hari ini kau panggul tas kuliahmu
tapi bukan kampus yang kau tuju
jaga pundakmu tetap tegak kawan
sampai hilang dari negara ini kata “kemiskinan”
Kepada para pejalan kaki
Hari ini kau kenakan jas usangmu
katakan apa yang ada dihatimu
sungguh suara kami ada pada corong minyak yang kalian bawa
sungguh suara kami adalah suara yang seharusnya menggema
Hari ini kau kenakan lagi jas usangmu,
jangan berhenti sebelum hilang kata miskin dari pertiwi
jangan kau lepaskan jas usangmu
hari ini esok dan seterusnya pastikan langkah perjuanganmu
Kepada para pejalan kaki
hanya di pundakmu kami titipkan rasa sakit ini
hanya pada corong minyak yang kau bawa kami titip suara kami
sungguh kami letih dengan semua ini
sungguh kami letih melihat mereka mengeluh kekurangan diatas tumpukan emas mereka
kepada para pejalan kaki
kami pastikan restu pertiwi menyertai perjalananmu
Hiduplah Rakyat Indonesia,
Hiduplah Indonesia Raya !
Hiduplah atas nama kebenaran bukan kepalsuan
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia ! Hiduplah Indonesia Raya !
saya baru saja mendapat sebuah notes menarik dari teman saya Singgih Mahardika mengenai para mahasiswa yang berjuang demi sebuah perbaikan Indonesia yang lebih baik.
ada hal yang begitu menarik untuk bisa dikupas dan dibahas secara mendalam disini. apakah para mahasiswa yang melakukan aksi turun kejalan bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik? saya begitu menyadari iklim demokrasi yang kental di tanah air dan mahasiswa yang identik dengan sebuah perubahan untuk Indonesia. Ketika pemerintah tidak menjalankan fungsinya dengan baik kepada rakyat Indonesia, ataupun telah terjadi penyelewengan sehingga mengakibatkan rakyat harus menaggung derita. tentu saja mahasiswa harus berperan aktif untuk memberi “peringatan’ kepada pemerintah. tetapi, apakah dengan berdemonstrasi turun kejalan, berorasi meneriakkan keadilan dan sebagainya, atau mungkin dengan cara yang lebih ekstrim lagi yaitu menjahit mulut sebagai rasa protes terhadap pemerintah akan mampu membuat Indonesia menjadi lebih baik?
apakah harus dengan cara seperti itu kemiskinan bisa hilang? apakah dengan cara itu perubahan Indonesia yang lebih baik bisa teralisasi?apakah dengan cara seperti itu Indonesia akan menjadi negara yang maju dan bermartabat? apakah dengan cara itu masyarakat tidak akan terganggu selama demonstrasi berlangsung?bagaimana kalau demonstrasi itu berujung anarkis dan mengakibatkan nyawa melayang sia-sia?
saya tetap berpendapat, bahwa sebagai mahasiswa kita harus bisa lebih terbuka mengenai hal ini. banyak hal lain yang bisa kita lakukan bukan hanya dengan melakukan aksi turun kejalan. ada cara lain seperti dengan berprestasi dan membuat bangga orang tua kita sendiri, atau mungkin dengan cara membantu masyarakat sekitar dengan ilmu yang kita dapatkan, atau bisa juga mengaplikasikan ilmu yang kita dapatkan selama duduk di bangku kuliah dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak. bukankah hal seperti ini lebih bisa memberi perbaikan buat negeri?
sudah cukup indonesia berjalan mundur kebelakang
sudah cukup rakyat Indonesia menanggung derita dan kemiskinan
sudah cukup korupsi merajalela di semua sektor pemerintahan..
sudah cukup semuanya..
kini mari kita tuntaskan itu semua dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat dibanding harus melakukan aksi yang menurut saya tidak penting untuk dilakukan.
hidup mahasiswa!