Home > Uncategorized > kami punya cara berbeda atas pengukuhan batik oleh UNESCO

kami punya cara berbeda atas pengukuhan batik oleh UNESCO

7818_1228510385250_1003792672_30731210_1424105_nKami punya cara berbeda untuk merayakan keputusan dan penetapan UNESCO (united nations of education, science, and culture organization) atas batik sebagai salah satu world intangible heritage dari Indonesia. Ketika euforia perayaan ditanah air ditunjukkan dengan memakai batik sebagai simbolisasi ditetapkannya salah satu peninggalan budaya Indonesia tersebut, dan juga sebagai wujud untuk menjaga dan menghargai akan salah satu khazanah budaya yang kita miliki.

Justru kami tampil dengan konsep yang berbeda dengan perayaan ditanah air. Mahasiswa Indonesia yang tergabung di Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Universiti Utara Malaysia (UUM) pada (02/10) justru merayakannya dengan melakukan aksi damai, yaitu berjalan kaki mengelilingi berbagai tempat strategis di penjuru kampus memakai baju batik, dan melakukan doa bersama sekaligus penggalangan dana untuk para korban bencana gempa bumi di Padang, Riau dan Bengkulu.

Diawali dengan berkumpul di depan perpustakaan Sultanah Bahiyah dengan mengenakan corak batik yang beragam pada pukul 15.30 sore waktu Malaysia, aksi kampanye yang dihadiri oleh hampir 100 orang mahasiswa Indonesia ini dimulai dengan memanjatkan doa bersama untuk para korban gempa bumi, dilanjutkan dengan aksi damai berjalan kaki mengelilingi kampus, diselingi juga dengan berfoto bersama, membagikan selebaran yang berisi mengenai berita penetapan batik Indonesia oleh UNESCO, penjelasan mengenai sejarah dan asal usul, dan juga berbagai pengetahuan tentang batik kepada warga kampus baik itu mahasiswa lokal (Malaysia) dan Internasional.

Aksi ini merupakan salah satu kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat Indonesia di Malaysia, apalagi akhir-akhir ini konflik kebudayaan dan saling klaim mengklaim antara Indonesia dan Malaysia mengenai kebudayaan terkadang timbul dan memanas. Untuk itulah, mahasiswa Indonesia yang merupakan duta bangsa di Malaysia merasa terpanggil dan bertanggung jawab untuk menjadi garda terdepan dalam mengatasi isu-isu yang berlaku diantara kedua Negara serumpun ini. Atas hal tersebut, selain sebagai sebuah perayaan dan ucapan rasa syukur atas pengukuhan batik oleh UNESCO, aksi ini merupakan cara untuk memperkenalkan budaya Indonesia di Malaysia dan di mata Internasional, dan hal tersebut juga sebagai salah satu upaya penegasan kepada semua pihak terutama Malaysia bahwa batik adalah milik Indonesia secara sah setelah diakuinya batik Indonesia oleh UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Aksi ini berakhir di DEWAN Muadzam Shah, UUM pada pukul 6 sore waktu Malaysia.

Advertisement
Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.