Engkaulah para pahlawan pada saat ini
Bercerita mengenai pahlawan di era perjuangan menuju kemerdekan Indonesia, sedikit banyak sejarah mencatat dengan goresan tinta emas atas berbagai peran para pemuda dan kaum terpelajar untuk bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia yang telah diinjak-diinjak oleh para penjajah. Berbagai tokoh dan organisasi perjuangan menentang penjajah yang diwakili oleh kaum pemuda dan kaum terpelajar bermunculan. 100 tahun yang lalu kita diingatkan oleh sebuah organisasi yang dipelopori oleh Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Di pelopori oleh tokoh tersebut yang notabene diwakili oleh kaum pemuda dan terpelajar,terbentuklah organisasi Boedi Oetomo. Terbentuknya Boedi Oetomo diawali oleh kesadaran mereka akan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh serta tidak bermartabat oleh bangsa penjajah. Mereka mulai bersama-sama mempersatukan diri, semua atribut agama,suku, daerah, dan golongan mereka tinggalkan dan mereka buang jauh-jauh. Mereka hanya peduli dengan satu hal, ”bahwa hari depan bangsa dan tanah air ada di tangan mereka”.
Rumusan sumpah pemuda yang dibuat oleh Muh.Yamin pada kongres pemuda ke II di tahun 1928 juga mengingatkan kita akan perjuangan dan peran pelajar untuk peduli terhadap bangsa Indonesia,mereka mempersatukan diri dan mendeklarasikan untuk berucap sumpah bahwa tanah air mereka adalah satu,berbangsa satu,dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Kita juga diingatkan pada peristiwa pada 16 agustus 1945 akan penculikan Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok, kaum pemuda pada saat itu hanya inginkan ”merdeka dalam tempo secepat-cepatnya”.
Mereka begitu nekat dan berani untuk menculik Soekarno dan Moh.Hatta, tetapi dari keputusan mereka yang tepat dan cerdik itulah bangsa Indonesia menghirup udara kebebasan dan meraih kemerdekaannya setelah Soekarno membacakan teks proklamasi pada pagi hari tanggal 17 agustus 1945.
100 tahun Boedi Oetomo didirikan, 80 tahun sudah sumpah pemuda di ucapkan, 63 tahun sudah Indonesia meraih kemerdekaan. Semua peristiwa sejarah tersebut telah mengenang para pahlawan yang diwakili oleh kaum pemuda dan terpelajar saat itu. Merekalah para pahlawan yang sangat berjasa di era Indonesia menuju kemerdekaan. merekalah para pahlawan yang mendedikasikan sepenuh jiwa dan raganya untuk Indonesia. sejarah meyakini bahwa mereka para pemuda dan kaum terpelajar pada saat itu sebagai pahlawan bangsa.
Semua sejarah mencatat para pahlawan pada saat itu.
Lalu bagaimana dengan para pemuda dan pelajar pada saat ini?apakah pemuda dan mahasiswa bisa menjadi seorang pahlawan? perjuangan para pemuda di era perjuangan tentu berbeda dengan kondisi di era setelah kemerdekaan. Apakah mungkin para pemuda dan saat ini bisa menjadi seorang pahlawan seperti mereka?
terlepas dari berbagai macam definisi tentang pahlawan, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa
“Heroes are selfless peoples who perform extraordinary acts. The mark of heroes is not necessarily the result of their action, but what they are willing to do for other and for their chosen cause. Even if they fail, their determination lives on for others to follow. Their glory lies not in the achievement, but in the sacrifice.”
pemuda dan kaum terpelajar saat ini pun bisa menjadi seorang pahlawan seperti mereka yang telah berjuang di era sebelum Indonesia meraih kemerdekaan. Pemuda dan kaum terpelajar tidak perlu untuk berjuang dengan membawa bambu runcing pada saat ini,atau harus berteriak dengan keras terhadap para penjajah. Para pemuda dan pelajar saat ini cukup dengan menjadi pahlawan bagi dirinya terlebih dahulu dengan memperbaiki dan mengembangkan kualitas dirinya,tidak mementingkan dirinya sendiri, meningkatkan ketakwaan dan beriman kepada tuhan yang maha esa, belajar dengan giat dan tekun serta bersemangat untuk mendapatkan berbagai pengetahuan agar nantinya pengetahuan dan ilmu tersebut bisa digunakan untuk membangun Indonesia dari keterpurukan dan degradasi yang terus melanda pada saat ini baik dari sektor ekonomi,sosial,budaya, dan sektor-sektor lainnya.
Para pemuda dan pelajar juga pada saat ini bisa menjadi seorang pahlawan bagi keluarga,menjadi pahlawan di keluarganya cukup dengan membahagiakan orang tua dan tidak mengecewakan mereka serta berusaha semaksimal dan sekeras mungkin untuk bisa membahagiakan kedua orang tua. Dalam lingkup tataran kenegaraan,para pemuda dan kaum pelajar saat ini juga bisa menjadi seorang pahlawan dengan mengutamakan hal-hal yang berkaitan dengan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta tidak melakukan hal-hal yang merugikan negara.
Cukup dengan hal itu saja kita sudah bisa menjadi seorang pahlawan walaupun tidak sekeras dan sesulit yang dilakukan oleh para pemuda dan pelajar dahulu kala,cukup dengan berkaca dari pemikiran dan tindakan dari pahlawan yang telah menduhului kita dan melakukan berbagai tindakan yang tidak merusak dan mengotori nilai perjuangan tersebut,mungkin para pahlawan yang telah lama gugur akan tersenyum dan akan berkata ”lanjutkanlah perjuanganku wahai para pemuda dan pelajar saat ini,dipundakmu kau pikul tanggung jawab untuk meneruskan perjuanganku agar cita-cita untuk meraih indonesia yang adil dan makmur serta bermartabat,di tanganmulah arah dan kemaslahatan bangsa akan dituju,di hati dan jiwa kamu wajib tanamkan bahwa engkaulah para pahlawan yang akan membawa Indonesiaku menjadi lebih baik di masa depan