Sepakbola dan harga diri

Mendadak nasionalisme! mungkin itulah yang terjadi di masyarakat Indonesia belakangan ini. Ketika belakangan ini di media massa asik mem-blow-up berita mengenai mafia pajak Gayus Tambunan, Hak istimewa Jogjakarta yang sedang diobok-obok oleh Presiden SBY, kisruh isu suap di mahkamah konstitusi, hingga berita mengenai sidang Ariel Peterpan. Kini, media massa seakan berlomba-lomba memberitakan mengenai berhasilnya tim nasional sepakbola indonesia menuju final.

Masyarakat Indonesia seolah terpecut nasionalismenya, ditengah kemarau prestasi yang di torehkan oleh tim sepakbola Indonesia, ini menjadi angin segar bagi semua pihak. Semua masyarakat pun tumpah ruah datang ke gelora bung karno, tujuan mereka datang adalah memerah putihkan stadion. Dukungan pun mengalir deras dari seluruh penjuru negeri, kebanggan pun mendadak mencuat. Sepakbola menjadi salah satu sarana mempersatukan bangsa ini.

Semua pun bersorak ketika Indonesia berhasil menjadi juara grup di babak penyisihan piala AFF ini, tim indonesia sukses menggilas malaysia 5-1, Laos 6-0, dan mendobrak pranoid ketika melawan tim thailand dengan skor 2-1. Tim asuhan dari pelatih berkepala dingin ini pun sukses meracik timnas dengan komposisi pemain 30% pemain senior dan 70% tim muda.

Laju prestasi tim yang biasa disebut tim garuda ini pun sukses membungkam tim Filipina dengan agregat 2-0 (kandang dan tandang). 9 pemain naturalisasi Filipina pun belum mampu menjegal langkah tim garuda. Tim yang di pimpin oleh Firman Utina ini pun harus tetap fokus menghantam Malaysia di final (kandang dan tandang).

Pertandingan final kali ini bukan sekedar pertandingan sepakbola biasa, ini merupakan pertaruhan harga diri bangsa dan gengsi negeri serumpun. Tak ayal, masyarakt Indonesia pun siap mendukung penuh tim garuda melawan Malaysia. Jutaan Masyarakat Indonesia di Malaysia pun siap menurunkan pasukan suporter dalam jumlah besar, mengingat tim sepakbola Indonesia melakukan laga tandang di stadion Bukit Jalil Malaysia.

Harapan kepada tim nasional sepakbola Indonesia begitu besar, masyarakat pun dibuat bangga, nasionalisme pun begitu deras mengalir di setiap aliran darah orang Indonesia. Harga mati untuk kemenangan Indonesia di piala Aff ini. Masyarakat gerah dan haus akan prestasi dan kebanggan, masyarakat pun sudah lama merindukan euforia kemenangan, masyarakat inginkan tim garuda juara.

Ingat, melawan Malaysia di laga final nanti bukan lagi menyangkut sepakbola saja, ini menyangkut nasionalisme, harga diri, dan kebanggan seluruh bangsa Indonesia.

Maju terus tim sepakbola Indonesia, terbanglah tinggi sang garuda. Kami rindu kemenangan, kami rindu euforia keberhasilan Indonesia.

Categories: Uncategorized

perlukah mahasiswa melakukan aksi turun kejalan?

Kepada para pejalan kaki
Hari ini kau kenakan sepatumu
berjalan menuju arah yang biasa kau tuju
satu persatu langkah kau buat untuk masa depan
perubahan untuk bangsa yang lebih mapan

Kepada para pejalan kaki
hari ini kau panggul tas kuliahmu
tapi bukan kampus yang kau tuju
jaga pundakmu tetap tegak kawan
sampai hilang dari negara ini kata “kemiskinan”

Kepada para pejalan kaki
Hari ini kau kenakan jas usangmu
katakan apa yang ada dihatimu
sungguh suara kami ada pada corong minyak yang kalian bawa
sungguh suara kami adalah suara yang seharusnya menggema

Hari ini kau kenakan lagi jas usangmu,
jangan berhenti sebelum hilang kata miskin dari pertiwi
jangan kau lepaskan jas usangmu
hari ini esok dan seterusnya pastikan langkah perjuanganmu

Kepada para pejalan kaki
hanya di pundakmu kami titipkan rasa sakit ini
hanya pada corong minyak yang kau bawa kami titip suara kami
sungguh kami letih dengan semua ini
sungguh kami letih melihat mereka mengeluh kekurangan diatas tumpukan emas mereka

kepada para pejalan kaki
kami pastikan restu pertiwi menyertai perjalananmu

Hiduplah Rakyat Indonesia,
Hiduplah Indonesia Raya !
Hiduplah atas nama kebenaran bukan kepalsuan
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia ! Hiduplah Indonesia Raya !

saya baru saja mendapat sebuah notes menarik dari teman saya Singgih Mahardika mengenai para mahasiswa yang berjuang demi sebuah perbaikan Indonesia yang lebih baik.

ada hal yang begitu menarik untuk bisa dikupas dan dibahas secara mendalam disini. apakah para mahasiswa yang melakukan aksi turun kejalan bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik? saya begitu menyadari iklim demokrasi yang kental di tanah air dan mahasiswa yang identik dengan sebuah perubahan untuk Indonesia. Ketika pemerintah tidak menjalankan fungsinya dengan baik kepada rakyat Indonesia, ataupun telah terjadi penyelewengan sehingga mengakibatkan rakyat harus menaggung derita. tentu saja mahasiswa harus berperan aktif untuk memberi “peringatan’ kepada pemerintah. tetapi, apakah dengan berdemonstrasi turun kejalan, berorasi meneriakkan keadilan dan sebagainya, atau mungkin dengan cara yang lebih ekstrim lagi yaitu menjahit mulut sebagai rasa protes terhadap pemerintah akan mampu membuat Indonesia menjadi lebih baik?

apakah harus dengan cara seperti itu kemiskinan bisa hilang? apakah dengan cara itu perubahan Indonesia yang lebih baik bisa teralisasi?apakah dengan cara seperti itu Indonesia akan menjadi negara yang maju dan bermartabat? apakah dengan cara itu masyarakat tidak akan terganggu selama demonstrasi berlangsung?bagaimana kalau demonstrasi itu berujung anarkis dan mengakibatkan nyawa melayang sia-sia?

saya tetap berpendapat, bahwa sebagai mahasiswa kita harus bisa lebih terbuka mengenai hal ini. banyak hal lain yang bisa kita lakukan bukan hanya dengan melakukan aksi turun kejalan. ada cara lain seperti dengan berprestasi dan membuat bangga orang tua kita sendiri, atau mungkin dengan cara membantu masyarakat sekitar dengan ilmu yang kita dapatkan, atau bisa juga mengaplikasikan ilmu yang kita dapatkan selama duduk di bangku kuliah dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak. bukankah hal seperti ini lebih bisa memberi perbaikan buat negeri?

sudah cukup indonesia berjalan mundur kebelakang
sudah cukup rakyat Indonesia menanggung derita dan kemiskinan
sudah cukup korupsi merajalela di semua sektor pemerintahan..
sudah cukup semuanya..
kini mari kita tuntaskan itu semua dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat dibanding harus melakukan aksi yang menurut saya tidak penting untuk dilakukan.

hidup mahasiswa!

Categories: Uncategorized

Terima kasih pakcik supir. Disiplin!

semalam saya mendapat satu pelajaran berharga dari seorang supir bis rapid KL jurusan dato’ keramat-desa pandan. ketika saya ingin turun dari bis disaat bis sedang berhenti di lampu merah saya mencoba memohon izin kepada pak supir karena ingin turun disitu. Karena kalau turun di halte berikutnya akan membuat saya harus berjalan lumayan jauh untuk mengakses bis lain untuk sampai ke rumah saya di daerah Ampang.

Pakcik supir mengatakan bahwa, “setiap orang harus disiplin. dimana tempat bus berhenti yaa disitulah tempat seharusnya untuk berhenti. semua orang banyak complaint kepada saya karena penumpang ingin turun dimana saja dia suka. Tapi saya tidak mau mengajarkan orang banyak berbuat tidak disiplin. silahkan tunggu sampai bis berhenti di halte depan”.

Dengan perasaan sedikit kesal, akhirnya saya harus ikut aturan si supir. Akan tetapi justru disinilah letak pembelajaran yang berharga yang saya dapatkan. saya tertegun dengan cara pak supir mendisiplinkan penumpangnya, beliau betul-betul ingin membuat penumpangnya mengerti dan memahami bahwa disiplin itu memang harus dibentuk dan dibiasakan. dan jangan sekali-kali memberi kemudahan kepada seseorang untuk tidak berdisiplin.

pembelajaran berharga ini membuat saya menyadari bahwa kedisiplinan adalah hal penting yang harus kita miliki dan jalankan setiap hari dalam aktivitas kita semua. dengan disiplin lah kita mampu membentuk diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. disiplin bukan hanya berhenti dihalte sebenenarnya ketika ingin turun dari bis. Tetapi disiplin dalam semua hal lah yang harus dibentuk. kedisiplinan harus ada ketika kita bangun pagi hingga kita tidur kembali setiap harinya.

Jim Rohn mengatakan bahwa One discipline always leads to another discipline. Dengan memulai disiplin dari yang terkecil, kedisiplinan akan meuntun kita menuju disiplin-disiplin yang lain.

George washington mengatakan bahwa Discipline is the soul of an army. It makes small numbers formidable, procures success to the weak, and esteem to all. dengan kedisiplinan akan membawa kita menuju pribadi yang kuat dan tangguh menuju kesuksesan yang ingin kita raih dan mencapai dalam hidup kita semua.

sebagai penutup:

Nothing is more harmful to the service, than the neglect of discipline; for that discipline, more than numbers, gives one army superiority over another. (George Washington)

terimakasih pakcik supir atas pelajaran berharga tentang disiplin. saya juga sempat membayangkan, kapan yaa kira-kira supir-supir bis di Indonesia bisa mengajarkan kedisiplinan penumpangnya seperti pakcik supir bis rapid KL jurusan dato’ keramat-desa pandan?

Categories: Uncategorized

selamat jalan Gus Dur

Betapa hatiku takkan pilu

Telah gugur pahlawanku

Betapa hatiku takkan sedih

Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini plipur lara

Nan setia dan perwira

Siapakah kini pahlawan hati

Pembela bangsa sejati

Reff : Telah gugur pahlawanku

Tunai sudah janji bakti

Gugur satu tumbuh sribu

Tanah air jaya sakti

memasuki awal pergantian tahun baru, semarak kebahagiaan dan harapan baru di tahun 2010 berganti dengan wajah duka. KH. Abdurahman wahid menghembuskan  nafas terakhirnya pada (31/12) pukul 18.45.

siapa yang menyangka kepergian mantan presiden RI ke-4 itu begitu mendadak dan cepat. Gus Dur yang akrab dipanggil harus berpulang kehadapan sang maha kuasa dengan berbagai buah karya dan peninggalan yang begitu besar untuk bangsa Indonesia.

Dibalik lemah tubuhnya akibat stroke yang menggerogoti tubuhnya, masih tersimpan pemikiran dan segudang ide yang brilian ketika memimpin Indonesia selama dua tahun. tubuhnya boleh saja tidak berdaya, matanya boleh saja tidak jelas untuk melihat. tetapi pikirannya masih kuat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa yang sulit dan kompleks serta berbagai keputusannya yang memberi kebaikan buat seluruh lapisan masyarakat.

masyarakat Indonesia berduka dan kehilangan, Gus Dur bukan saja seorang sosok negarawan, tetapi beliau juga seorang ulama dan cendekiawan islam yang dikagumi dan bersahaja. bapak pluralisme dan multikulturalisme juga tidak luput disematkan kepadanya. Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang demokratis dan menghargai kebebasan masyarakatnya dalam memeluk agama dan keyakinan tanpa memandang ras, suku, & keturunan.

Beliau meyakini bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia harus dipelihara dengan baik karena dengan hal itu Indonesia akan menjadi bangsa yang besar. warga tionghoa yang sempat dikucilkan di era presiden soeharto kini diberi angin segar kebebasan untuk beribadah dan beraktivitas seperti masyarakat Indonesia yang lainnya. Beliau juga begitu peduli dengan nasib guru dan pendidikan. gaji guru dan pegawai negeri dinaikkan, tunjangan pendidikan juga ikut serta dinaikkan. Gus Dur begitu peduli akan peran guru dalam pendidikan, karena dengan pendidikanlah putra-putri bangsa akan mampu membawa negeri ini ke taraf yang lebih tinggi dan lebih baik.

dibalik segudang briliannya pemikiran yang dimiliki, Gus Dur juga merupakan satu-satu presiden di Indonesia yang memiliki selera humor yang sangat tinggi. dengan slogannya yang biasa diucapkan “gitu aja kok repot”, membuat Gus Dur dikenal masyarakat luas.

masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku, ras, keturunan, merasa begitu kehilangan akan sosok beliau. mungkin hanya Gus Dur lah satu-satunya presiden dari kalangan ulama yang mampu menerapkan kemajemukan bangsa dalam koridor kenegaraan yang tertata dengan apik dan rapih.

Gus Dur telah pergi, Gus Dur kini telah menjadi kenangan bagi kita semua. jasa-jasanya, pemikiran, dan segala budi baiknya hanya tuhan yang bisa membalas semuanya. kami masyarakat Indonesia hanya bisa berdoa semoga beliau diampuni segala dosanya dan dilimpahkan pahala dan kebaikan.

kini telah gugur satu pahlawanku

pembela bangsa sejati

selamat jalan Alm. Gus Dur..doa masyarakat Indonesia menyertaimu.

Categories: Uncategorized

kami punya cara berbeda atas pengukuhan batik oleh UNESCO

7818_1228510385250_1003792672_30731210_1424105_nKami punya cara berbeda untuk merayakan keputusan dan penetapan UNESCO (united nations of education, science, and culture organization) atas batik sebagai salah satu world intangible heritage dari Indonesia. Ketika euforia perayaan ditanah air ditunjukkan dengan memakai batik sebagai simbolisasi ditetapkannya salah satu peninggalan budaya Indonesia tersebut, dan juga sebagai wujud untuk menjaga dan menghargai akan salah satu khazanah budaya yang kita miliki.

Justru kami tampil dengan konsep yang berbeda dengan perayaan ditanah air. Mahasiswa Indonesia yang tergabung di Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Universiti Utara Malaysia (UUM) pada (02/10) justru merayakannya dengan melakukan aksi damai, yaitu berjalan kaki mengelilingi berbagai tempat strategis di penjuru kampus memakai baju batik, dan melakukan doa bersama sekaligus penggalangan dana untuk para korban bencana gempa bumi di Padang, Riau dan Bengkulu.

Diawali dengan berkumpul di depan perpustakaan Sultanah Bahiyah dengan mengenakan corak batik yang beragam pada pukul 15.30 sore waktu Malaysia, aksi kampanye yang dihadiri oleh hampir 100 orang mahasiswa Indonesia ini dimulai dengan memanjatkan doa bersama untuk para korban gempa bumi, dilanjutkan dengan aksi damai berjalan kaki mengelilingi kampus, diselingi juga dengan berfoto bersama, membagikan selebaran yang berisi mengenai berita penetapan batik Indonesia oleh UNESCO, penjelasan mengenai sejarah dan asal usul, dan juga berbagai pengetahuan tentang batik kepada warga kampus baik itu mahasiswa lokal (Malaysia) dan Internasional.

Aksi ini merupakan salah satu kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat Indonesia di Malaysia, apalagi akhir-akhir ini konflik kebudayaan dan saling klaim mengklaim antara Indonesia dan Malaysia mengenai kebudayaan terkadang timbul dan memanas. Untuk itulah, mahasiswa Indonesia yang merupakan duta bangsa di Malaysia merasa terpanggil dan bertanggung jawab untuk menjadi garda terdepan dalam mengatasi isu-isu yang berlaku diantara kedua Negara serumpun ini. Atas hal tersebut, selain sebagai sebuah perayaan dan ucapan rasa syukur atas pengukuhan batik oleh UNESCO, aksi ini merupakan cara untuk memperkenalkan budaya Indonesia di Malaysia dan di mata Internasional, dan hal tersebut juga sebagai salah satu upaya penegasan kepada semua pihak terutama Malaysia bahwa batik adalah milik Indonesia secara sah setelah diakuinya batik Indonesia oleh UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Aksi ini berakhir di DEWAN Muadzam Shah, UUM pada pukul 6 sore waktu Malaysia.

Categories: Uncategorized

mahasiswa dan perubahan

Kepada para pemuda
yang merindukan lahirnya kejayaan…
Kepada umat yang tengah
kebingungan di persimpangan jalan…
Kepada pewaris peradaban yang kaya raya,
yang telah menggoreskan catatan membanggakan
di lembar sejarah umat manusia…
(Hasan Al-Banna)

Pemuda dan mahasiswa sama-sama diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalunya menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.

Peran sentral perjuanganya sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positif di negeri ini. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa.

Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan sebuah bangsa dan negara.

Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya.

Berawal dari gerakan organisasi mahasiswa Indonesia di tahun 1908, Boedi Oetomo. Gerakan yang telah menetapkan tujuannya yaitu “kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa” ini telah lahir dan mampu memberikan warna perubahan yang luar biasa positif terhadap perkembangan gerakan kemahasiswaan untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Gerakan kemahasiswaan lainnya pun terbentuk, Mohammad Hatta mempelopori terbentuknya organisasi kemahasiwaan yang beranggotakan mahasiswa-mahasiswa yang sedang belajar di Belanda yaitu Indische Vereeninging (yang selanjutnya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia). Kelahiran organisasi tersebut membuka lembaran sejarah baru kaum terpelajar dan mahasiswa di garda depan sebuah bangsa dengan misi utamanya “menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan”.

Gerakan mahasiswa tidak berhenti sampai disitu, gerakannya berkembang semakin subur, angkatan 1928 yang dimotori oleh beberapa tokoh mahasiswa diantaranya Soetomo (Indonesische Studie-club),Soekarno (Algemeene Studie-club), hingga terbentuknya juga Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan prototipe organisasi telah menghimpun seluruh gerakan mahasiswa ditahun 1928, gerakan mahasiswa angkatan 1928 memunculkan sebuah idieologi dan semangat persatuan dan kesatuan diseluruh pelosok Indonesia untuk meneriakkan dengan lantang dan menyimpannya didalam jiwa seluruh komponen bangsa, kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu yaitu tumpah darah Indonesia,  berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia , dan menjunjung bahasa satu yaitu bahasa Indonesia dan hingga kini kita kenal sebagai  sumpah pemuda.

Gerakan perjuangan mahasiswa sebagai kontrol pemerintahan dan kontrol sosial terus tumbuh dan berkembang, hinggalah gerakan perjuangan mahasiswa sampai pada terjadinya peristiwa 10 tahun yang lalu yaitu tragedi trisakti mei 1998.

Lagi-lagi mahasiswa menjadi garda terdepan didalam perubahan terhadap negeri ini, gerakan perjuangan ini menuntut reformasi perubahan untuk mengganti rezim orde baru yang korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak berpihak kepada rakyat dan memaksa turun presiden soeharto dari kursi kekuasaannya yang telah digenggamnya selama hampir 32 tahun.

Gerakan perjuangan mahasiswa tidak semudah yang kita bayangkan, perubahan ini harus dibayar mahal dengan meninggalnya empat mahasiswa universitas trisakti oleh timah petugas aparat yang tidak mengharapkan perubahan itu terjadi.

Sejarah panjang gerakan mahasiswa merupakan salah satu bukti,  kontribusinya, eksistensinya, dan peran serta tanggungjawabnya  mahasiswa dalam memberikan perubahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum.

Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh perubahan” itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.

Gerakan perjuangan Mahasiswa Indonesia tidak boleh berhenti sampai kapanpun  ,gerakan perjuangan mahasiswa saat ini tidak hanya dengan bergerak bersama-sama untuk berdemonstrasi dan berorasi dijalan-jalan saja, akan tetapi wahai para “agent of change”, cobalah untuk bertindak bijak dengan intelektualisme, idealisme, dan keberanian mu untuk bisa senantiasa menanamkan ruh perubahan yang ada dalam dirimu untuk bisa memberi kebaikan dan berperan besar serta bertanggung jawab untuk memberikan kemajuan  bangsa dan Negara Indonesia,

sehingga seperti Hasan al Banna katakan “goreskanlah catatan membanggakan bagi umat manusia”.

Categories: Uncategorized

Engkaulah para pahlawan pada saat ini

Bercerita mengenai pahlawan di era perjuangan menuju kemerdekan Indonesia, sedikit banyak sejarah mencatat dengan goresan tinta emas atas berbagai peran para pemuda dan kaum terpelajar untuk bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia yang telah diinjak-diinjak oleh para penjajah. Berbagai tokoh dan organisasi perjuangan menentang penjajah yang diwakili oleh kaum pemuda dan kaum terpelajar bermunculan. 100 tahun yang lalu kita diingatkan oleh sebuah organisasi yang dipelopori oleh Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Di pelopori oleh tokoh tersebut yang notabene diwakili oleh kaum pemuda dan terpelajar,terbentuklah organisasi Boedi Oetomo. Terbentuknya Boedi Oetomo diawali oleh kesadaran mereka akan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh serta tidak bermartabat oleh bangsa penjajah. Mereka mulai bersama-sama mempersatukan diri, semua atribut agama,suku, daerah, dan golongan mereka tinggalkan dan mereka buang jauh-jauh. Mereka hanya peduli dengan satu hal, ”bahwa hari depan bangsa dan tanah air ada di tangan mereka”.
Rumusan sumpah pemuda yang dibuat oleh Muh.Yamin pada kongres pemuda ke II di tahun 1928 juga mengingatkan kita akan perjuangan dan peran pelajar untuk peduli terhadap bangsa Indonesia,mereka mempersatukan diri dan mendeklarasikan untuk berucap sumpah bahwa tanah air mereka adalah satu,berbangsa satu,dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Kita juga diingatkan pada peristiwa pada 16 agustus 1945 akan penculikan Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok, kaum pemuda pada saat itu hanya inginkan ”merdeka dalam tempo secepat-cepatnya”.

Mereka begitu nekat dan berani untuk menculik Soekarno dan Moh.Hatta, tetapi dari keputusan mereka yang tepat dan cerdik itulah bangsa Indonesia menghirup udara kebebasan dan meraih kemerdekaannya setelah Soekarno membacakan teks proklamasi pada pagi hari tanggal 17 agustus 1945.

100 tahun Boedi Oetomo didirikan, 80 tahun sudah sumpah pemuda di ucapkan, 63 tahun sudah Indonesia meraih kemerdekaan. Semua peristiwa sejarah tersebut telah mengenang para pahlawan yang diwakili oleh kaum pemuda dan terpelajar saat itu. Merekalah para pahlawan yang sangat berjasa di era Indonesia menuju kemerdekaan. merekalah para pahlawan yang mendedikasikan sepenuh jiwa dan raganya untuk Indonesia. sejarah meyakini bahwa mereka para pemuda dan kaum terpelajar pada saat itu sebagai pahlawan bangsa.
Semua sejarah mencatat para pahlawan pada saat itu.

Lalu bagaimana dengan para pemuda dan pelajar pada saat ini?apakah pemuda dan mahasiswa bisa menjadi seorang pahlawan? perjuangan para pemuda di era perjuangan tentu berbeda dengan kondisi di era setelah kemerdekaan. Apakah mungkin para pemuda dan saat ini bisa menjadi seorang pahlawan seperti mereka?

terlepas dari berbagai macam definisi tentang pahlawan, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa

“Heroes are selfless peoples who perform extraordinary acts. The mark of heroes is not necessarily the result of their action, but what they are willing to do for other and for their chosen cause. Even if they fail, their determination lives on for others to follow. Their glory lies not in the achievement, but in the sacrifice.”

pemuda dan kaum terpelajar saat ini pun bisa menjadi seorang pahlawan seperti mereka yang telah berjuang di era sebelum Indonesia meraih kemerdekaan. Pemuda dan kaum terpelajar tidak perlu untuk berjuang dengan membawa bambu runcing pada saat ini,atau harus berteriak dengan keras terhadap para penjajah. Para pemuda dan pelajar saat ini cukup dengan menjadi pahlawan bagi dirinya terlebih dahulu dengan memperbaiki dan mengembangkan kualitas dirinya,tidak mementingkan dirinya sendiri, meningkatkan ketakwaan dan beriman kepada tuhan yang maha esa, belajar dengan giat dan tekun serta bersemangat untuk mendapatkan berbagai pengetahuan agar nantinya pengetahuan dan ilmu tersebut bisa digunakan untuk membangun Indonesia dari keterpurukan dan degradasi yang terus melanda pada saat ini baik dari sektor ekonomi,sosial,budaya, dan sektor-sektor lainnya.
Para pemuda dan pelajar juga pada saat ini bisa menjadi seorang pahlawan bagi keluarga,menjadi pahlawan di keluarganya cukup dengan membahagiakan orang tua dan tidak mengecewakan mereka serta berusaha semaksimal dan sekeras mungkin untuk bisa membahagiakan kedua orang tua. Dalam lingkup tataran kenegaraan,para pemuda dan kaum pelajar saat ini juga bisa menjadi seorang pahlawan dengan mengutamakan hal-hal yang berkaitan dengan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta tidak melakukan hal-hal yang merugikan negara.
Cukup dengan hal itu saja kita sudah bisa menjadi seorang pahlawan walaupun tidak sekeras dan sesulit yang dilakukan oleh para pemuda dan pelajar dahulu kala,cukup dengan berkaca dari pemikiran dan tindakan dari pahlawan yang telah menduhului kita dan melakukan berbagai tindakan yang tidak merusak dan mengotori nilai perjuangan tersebut,mungkin para pahlawan yang telah lama gugur akan tersenyum dan akan berkata ”lanjutkanlah perjuanganku wahai para pemuda dan pelajar saat ini,dipundakmu kau pikul tanggung jawab untuk meneruskan perjuanganku agar cita-cita untuk meraih indonesia yang adil dan makmur serta bermartabat,di tanganmulah arah dan kemaslahatan bangsa akan dituju,di hati dan jiwa kamu wajib tanamkan bahwa engkaulah para pahlawan yang akan membawa Indonesiaku menjadi lebih baik di masa depan

Categories: Uncategorized

Pemuda dalam peran penanganan korupsi

Korupsi, sebuah kalimat yang terus bergaung di pelosok negeri. Belakangan ini berita yang berkaitan dengan korupsi selalu menjadi headline pada berbagai surat kabar baik cetak maupun online. Korupsi yang dulu dianggap biasa di era orde baru, kini mendapat status yang sangat berbeda. Semua hal yang dianggap penggelembungan dana,penerimaan uang lebih kepada seseorang ataupun instansi pemerintahan, proses tender yang tidak sesuai dan asal tunjuk kini bisa dikategorikan sebagai sebuah korupsi. Korupsi di negeri ini sepertinya sudah mendarah daging dan sulit untuk diputus mata rantainya. Bagaimana tidak sulit untuk dihapuskan,semua petinggi-petinggi di pemerintahan sampai kepala desa yang berada jauh di pelosok kampung terindikasi melakukan korupsi oleh KPK (komisi pemberantasan korupsi). 32 tahun dibawah kepemimpinan presiden Soeharto seperti menyuburkan berbagai praktek korupsi di negeri ini. Melihat dari sudut pandang hukum, korupsi secara garis besar mencakup hal-hal seperti penyalahgunaan kewenangan,kesempatan atau sarana dan juga memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi, serta merugikan keuangan negara atau perekonomian negara ataupun memberi atau menerima penyuapan.

Korupsi di masa saat ini bukan hanya menjadi sebuah wacana ataupun sebuah perdebatan, korupsi saat ini seperti telah menjadi sebuah penyakit akut diseluruh pelosok negeri.

KPK (komisi pemberantasan korupsi) muncul sebagai pawang untuk menangkap dan mengadili para koruptor di negeri ini. Kinerja KPK kini bak seorang pahlawan yang menumpas berbagai kejahatan finansial yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat di negeri ini yang gemar melakukan korupsi. berbagai kasus korupsi di negeri ini telah banyak di tangani oleh KPK. Mungkin sekarang ini KPK boleh dibilang telah berhasil memberikan shock theraphy bagi semua para pejabat pemerintahan yang ketakutan karena sadar ataupun tidak sadar telah melakukan korupsi. sekarang ini banyak pejabat-pejabat dengan berbagai macam latar belakang jabatan cenderung untuk tiarap dan mengumpat dari penciuman KPK.

Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan,

sudah saatnya para koruptor yang cenderung cuci tangan untuk segera cuci piring. Sudah saatnya koruptor dan berbagai kasus korupsi di negeri ini diberangus dan diadili.

Korupsi yang begitu identik dengan pejabat pemerintahan memang sudah menjadi hal yang biasa,akan tetapi bagaimana dengan masyarakat yang juga telah terbiasa untuk menyuburkan atau mungkin malah mendukung berbagai tindakan korupsi di negeri ini? melihat dari kaca mata fakta yang kita lihat di lapangan,masyarakat Indonesia juga seperti masuk dalam lingkaran setan dalam praktek korupsi dinegeri ini. Cobalah kita melihat proses pembuatan SIM (surat izin mengemudi) di berbagai instansi kepolisian di negeri ini. Masyarakat cenderung lebih suka dan memilih untuk meminta ”tolong” kepada polisi setempat dengan memberikan ”uang lebih”.

Melihat kondisi masyarakat yang cenderung ingin dapatkan hal yang praktis dan mudah inilah yang juga menjadi permasalahan sekaligus penyubur berbagai praktek korupsi di negeri ini.

Lalu bagaimanakah peran kita sebagai para pemuda yang didentikkan sebagai kaum intelektual dalam memberantas korupsi di negeri ini?apakah kita hanya diam saja atau malah ikut berpartisipasi dengan berbagai praktik korupsi di negeri ini?kaum pemuda sebagai agent of change sudah menjadi kewajibannya untuk bergerak dan berjuang untuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi si negeri ini.

Kita sebagai kaum muda tidak boleh tinggal diam dan cenderung cuek akan permasalahan korupsi yang terus merusak berbagai aspek,sisi, dan sendi-sendi kehidupan di Indonesia kita yang tercinta.

Dimulai dari komitmen kita sebagai pemuda untuk memerangi korupsi menjadi hal yang terpenting dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Kenapa harus komitmen?dimulai dari komitmen untuk tidak mengikuti jejak para koruptor dan komitmen untuk ikut serta dalam memerangi tindakan korupsi menjadi sebuah langkah awal yang penting dalam pemberantasan berbagai bentuk korupsi.

Para pemuda dan kaum intelektual muda juga hendaknya menjadi center of excellence ataupun contoh yang baik bagi semua orang dan lingkungannya agar tidak melakukan hal-hal yang berhubungan dengan korupsi.

para pemuda dan kaum intelektual muda juga sudah seharusnya memberikan sekaligus mengingatkan dan memperbaiki tindakan masyarakat agar tidak mendukung praktek korupsi dalam mengurus berbagai hal yang berhubungan dengan instansi pemerintahan,seperti dalam pengurusan perpanjangan STNK,pembuatan SIM,dsb. Selain itu,para pemuda juga sudah saatnya menjadi pengawas sekaligus,pengontrol,dan mendukung pemerintah dalam upaya untuk memberantas berbagai praktek korupsi yang dilakukan oleh para koruptor yang telah banyak merugikan negara dan rakyat.

Sudah siapkah kita sebagai pemuda dalam memberikan perubahan di negeri ini dan mampu menjadi sebuah perbaikan di negeri ini dari sekarang?semuanya ada ditangan kita untuk Indonesia yang bebas korupsi.

Categories: Uncategorized

Mencipta Pemimpin Muda Dari Kampus

Bangsa Indonesia kini sangat memerlukan banyak pemimpin baru. Mencetak pemimpin baru bukanlah suatu hal yang mudah, akan tetapi memerlukan banyak proses penggemblengan yang tidak sedikit memakan waktu. Maraknya perilaku pemimpin bangsa saat ini yang sangat tidak terpuji dan merugikan kepentingan bangsa dan negara seperti terlibat dengan kasus korupsi, kolusi, nepotisme, suap menyuap, akhlak yang tidak baik,dan sebagainya mengindikasikan bahwa banyak pemimpin di negeri ini bisa dikategorikan dalam kondisi yang sangat “meresahkan”. Hal ini juga mengindikasikan bahwa di Indonesia makin terlihat secara nyata kondisi degradasi dan krisis kepemimpinan yang luar biasa.

Jika melihat pada kondisi para pemimpin saat ini yang sedang dalam kondisi “tidak sehat”, sudah seharusnya diperlukan suatu kondisi-kondisi perbaikan dan pembaharuan pada jiwa setiap pemimpin. Pengkaderisasian dan pembentukan calon pemimpin baru hendaknya dijadikan sebuah prioritas utama yang harus diperhatikan secara khusus dan berupaya memaksimalkan potensi-potensi yang ada agar tercipta pemimpin-pemimpin baru harapan bangsa di masa depan yang kelak akan menggantikan posisi pemimpin yang “tidak sehat” tersebut.

Pembentukan pemimpin baru hendaknya ditekankan kepada para pemuda, karena merekalah calon generasi penerus dan berada di pundak mereka tanggung jawab untuk membangun dan memajukan bangsa.

Kenapa Indonesia memerlukan pemimpin baru dari kaum muda? Hal ini dikarenakan pemimpin muda mempunyai visi perubahan dan diyakini mampu membawa bangsa Indonesia keluar dari berbagai keterpurukan dan tantangan dalam konteks berbangsa dan bernegara. Selain itu pemimpin muda mampu memberi penyegaran dan pencerahan dengan berbagai ide dan tindakannya yang kreatif untuk memberi solusi, inovasi, dan visi perubahan yang akan membawa dampak perubahan bagi Indonesia di masa depan.

Untuk perubahan Indonesia di masa depan yang lebih baik, bangsa Indonesia sangat memerlukan pemimpin muda yang berkualitas dan bertanggungjawab.

Kepemimpinan yang berkualitas merupakan salah satu hal penting dalam menciptakan pemimpin-pemimpin muda yang akan mampu memberi perubahan dan menahkodai perahu besar yang bernama negara Indonesia. Berkualitas mengandung pengertian, pemimpin tersebut hendaklah mempunyai kredibiltas dan kapabilitas diatas standar rata-rata, memiliki visi dan misi yang kuat serta mempunyai integritas yang tinggi,  kemampuannya dalam berbagai bidang pengetahuan dan keilmuan, kemampuan akademik dan non akademik, dan berbagai bidang kemampuan lainnya memang sudah tidak diragukan lagi. Sedangkan bertanggung jawab merupakan hal yang wajib dimiliki oleh para pemimpin muda saat ini. Pemimpin muda ini diharapkan menjadi pelaku perubahan sehingga mampu mengemban setiap amanah yang digenggam dan dijalankan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada. Pemimpin yang berkualitas tanpa memiliki tanggungjawab akan menjadi sebuah hal yang sia-sia serta mempunyai kecenderungan untuk merugikan bangsa dan negara Indonesia.

Kapankah pemimpin muda harus dibentuk?

Pembentukan pemimpin muda yang berkualitas dan bertanggung jawab hendaknya disiapkan dari sekarang.

Karena jika tidak hal tersebut akan membawa implikasi terhadap bangsa Indonesia di masa depan dan bisa jadi pembentukan pemimpin muda hanyalah sebuah proses angan-angan belaka.  Untuk mencetak pemimpin muda yang baru memerlukan suatu proses yang memerlukan waktu dan juga proses pembentukan yang matang. Proses penggemblengan dan pembentukan calon pemimpin muda yang baru bisa ditempuh melalui jalur pendidikan formal dan informal.

Salah satu jalur pendidikan formal yaitu kampus. Kampus merupakan ladang ilmu pengetahuan juga tempat mencetak intelek-intelek calon pemimpin muda garda depan yang akan membawa perubahan positif terhadap bangsa dan negara Indonesia. Kampus sebagai institusi pendidikan tertinggi sangat memberi pengaruh dan impak yang besar dalam mencetak kader-kader pemimpin muda baru yang berintelektual dan berpengetahuan luas.  Kampus dapat menjadi tempat pematangan dalam berfikir, belajar untuk menganalisis dan berfikir secara kritis serta mengaplikasikan berbagai bidang ilmu yang didapat agar bisa menjadi hal yang berguna bagi masyarakat secara luasnya. Pendidikan formal yang dilaksanakan di kampus memberi bekal yang cukup penting bagi para calon pemimpin muda agar dapat menginternalisasi ilmu pengetahuan yang didapat secara spesifik sebelum akhirnya dipraktikkan di kehidupan nyata.

Sedangkan melalui jalur pendidikan informal, para calon pemimpin hendaknya tidak hanya puas dan merasa cukup dengan pendidikan formal yang didapat, dikarenakan tidak semua pendidikan formal dapat menunjang seorang pemimpin menjadi pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab. Diperlukan hal-hal tambahan yang diperlukan dalam pendidikan informal seperti keterlibatan dengan berbagai organisasi-organisasi yang berada di dalam atau diluar kampus. Mengikuti berbagai pelatihan seperti leadership training, seminar pengembangan diri dan berbagai keterampilan lain yang menunjang pendidikan formal juga merupakan hal yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh calon pemimpin. Dari pendidikan informal inilah akan membantu membentuk karakter dan jiwa kepimpinan pada diri seorang pemimpin muda.

Mahasiswa, Harapan Masa Depan Bangsa

Pemimpin-pemimpin muda banyak lahir dari dunia kampus. Mohd. Hatta, Soekarno, Bung Tomo merupakan sebagian kecil tokoh-tokoh nasional yang tercatat dalam sejarah yang memulai pergerakan dan perjuangan dari kampus dengan pemikiran, tindakan, dan kontribusinya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia yang dijajah oleh bangsa asing. Ke-eksistensian para mahasiswa dalam lembar sejarah perjuangan yang bermula dari kampus memang sudah tidak kita ragukan lagi. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas semua peran aktivis-aktivis kampus dalam memberi perubahan terhadap negeri ini.

Lalu bagaimanakah kampus sebagai institusi pendidikan mampu mencetak kader-kader pemimpin baru? Untuk mencetak pemimpin-pemimpin baru diperlukan tercapainya misi kampus yang kita kenal sebagai Tri Dharma perguruan tinggi yatu dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kampus mengemban misi untuk menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang menguasai bidang akademik. Dengan menguasai bidang keilmuan yang dimiliki, dilanjutkan dengan melakukan penelitian terhadap lingkungan sekitar sehingga menimbulkan rasa kepekaan dan tanggung jawab akan fungsi dan perannya sehingga output yang diperoleh untuk pengabdian kepada masyarakat. Akan tetapi perlu juga digarisbawahi bahwa kampus tidak serta-merta memberi jaminan bahwa dari kampuslah akan tercipta seorang pemimpin. Akan tetapi, pembentukan calon pemimpin-pemimpin baru juga dipengaruhi oleh faktor internal mahasiswa itu sendiri.

Mahasiswa juga harus mengkondisikan dirinya untuk lebih aktif dengan berbagai kegiatan yang menumbuhkan kemampuan kepemimpinan.

Perlu diingat bahwa kepemimpinan itu dibentuk bukannya lahir begitu saja. Tiap-tiap kamu adalah pemimpin, tiap-tiap pemimpin akan dimintakan pertanggungjwabannnya kelak (Al-Qur’an). Setiap orang punya kapabilitas untuk menjadi seorang pemimpin, akan tetapi perlu proses penggemblengan.

Mahasiswa baru sebagai calon pemimpin semestinya dapat mengimbangi antara pendidikan formal dan non formal karena keduanya saling berkaitan. Dalam pendidikan formal, mahasiswa mendapatkan teorinya dan dalam pendidikan non formal, mahasiswa bisa mempraktekannya. Melalui pendidikan non formal, mahasiswa dapat mengakomodisir dan menciptakan kemampuan kepemimpinan. Mahasiswa harus lebih aktif dan berani untuk belajar mengaktifkan tombol kepemimpinan yang ada di dalam diri masing-masing. Mengambil kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin dari suatu projek atau kegiatan yang ada di universitas merupakan salah satu metode yang bisa mengaktifkan tombol kepemimpinan tersebut. Anda adalah seorang pemimpin, akan tetapi anda sendirilah yang menentukan bahwa anda pantas menjadi seorang pemimpin.

Sudah siapkah anda untuk menjadi pemimpin muda yang akan membawa perubahan dan memberikan kontribusi untuk tanah airmu di seberang sana?

Categories: Uncategorized

Menyandang Predikat Mahasiswa Luar Negeri, Apa Peran Kita Untuk Indonesia?

Menempuh pendidikan di luar negeri merupakan dambaan bagi semua orang. Merasakan kuliah di luar negeri disamping sebagai pemenuhan pendidikan bagi setiap insan juga menjadi wahana penaikan status pendidikan bagi seseorang. Kuliah di luar negeri juga memberi satu pengalaman yang tidak semua orang bisa mencicipinya. Pendidikan bertaraf internasional, jaringan atau teman yang berasal dari berbagai negara, pengalaman yang baru, fasilitas yang sangat memadai, penguasaan bahasa internasional yang lebih baik, dan mengenal serta mempelajari kebudayaan dan kehidupan masyarakatnya menjadi satu kelebihan yang dimiliki oleh mahasiswa yang melanjutkan studinya di luar negeri. Tentunya hal-hal tersebut tidak semuanya bisa kita peroleh apabila melaksanakan studi di universitas di dalam negeri.

Apabila kita melihat tokoh dan aktivis mahasiswa di dalam negeri dari awal perjuangannya pada tahun 1908 hingga saat ini, banyak bermunculan dan terkenang dalam catatan tinta emas sejarah perjuangan bangsa Indonesia seperti Soekarno yang memotori Indonesische-Studi Club di tahun 1925, Moehammad Yamin dengan rumusan sumpah pemuda di tahun 1928, Chairul Saleh dan Soekarni yang dikenal dengan menculik Soekarno dan Mohd Hatta ke Rengasdengklok agar segera menyusun naskah dan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Arif Rahman Hakim dan Hariman Siregar  sebagai aktivis MALARI tahun 1966.

Peran mereka sebagai mahasiswa pada saat itu bukan hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen berbicara. Mereka merasakan dan menyadari keprihatinan akan keadaaan Indonesia, mereka berjuang dan cita-cita mereka hanya satu, memberi kontribusi yang besar bagi perubahan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Perjuangan mahasiswa dalam memberi perubahan di Indonesia bukan hanya dilaksanakan oleh aktivis mahasiswa di dalam negeri saja. Justru kemerdekaan Indonesia yang didapat hingga saat ini banyak dipengaruhi oleh peran aktivis mahasiswa di luar negeri.

Mohd Hatta dan beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Belanda dengan organisasi yang dibentuknya yaitu Indische Vereeninging memberi pengaruh yang tidak sedikit dalam memotori perubahan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

Peran aktivis mahasiswa luar negeri seperti Mohd. Hatta pada waktu itu memang tercatat dalam lembaran sejarah yang membanggakan.

Lalu bagaimanakah dengan kita yang sedang diberi kesempatan untuk melanjutkan studi pendidikan di luar negeri? Apa peran yang akan kita berikan untuk Indonesia yang tercinta? Melihat perjuangan rekan-rekan mahasiswa di dalam negeri memang berbeda dengan kita sebagai mahasiswa di luar negeri.

Disaat kebijakan pemerintah yang tidak bersahabat dan cenderung merugikan rakyat, rekan kita sesama mahasiswa di dalam negeri bergerak bersama-sama, bukan hanya pemikirannya saja yang diberikan, tetapi juga bergerak dengan tindakan. Sedangkan kita sebagai mahasiswa diluar negeri cenderung seperti penonton yang hanya bisa melihat dari jauh perjuangan rekan-rekan mahasiswa di dalam negeri.

Terus terang saja, mahasiswa Indonesia di luar negeri seperti “mau enaknya saja”-kuliah sampai bergelar tinggi, pulang langsung jadi pejabat atau manajer, atau mungkin akan lebih memilih bekerja di luar negeri demi mendapatkan gaji yang lebih besar dibanding harus pulang ke tanah air untuk membangun Indonesia. Belum lagi dengan ‘kemungkinan’ sikap dan perilaku kebanyakan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri yang cenderung apatis, pragmatis, hedonis dan cuek akan permasalahan-permasalahan yang melanda bangsa menjadi satu hal yang semakin membuat Indonesia semakin menangis. Tidakkah kita merasa malu pada ceceran darah, keringat, dan rekan-rekan mahasiswa di tanah air yang mengalir dari perjuangannya untuk kebaikan bangsa dan kita-kita juga yang berada di luar negeri? Padahal, peran mahasiswa baik didalam maupun diluar negeri bagi Indonesia sangat diperlukan melihat kondisi Indonesia yang sedang mengalami krisis multidimensional dan ketertinggalannya terhadap negara-negara lain.

Peran mahasiswa luar negeri bagi bangsa

Sebagai mahasiswa yang diberi kesempatan emas untuk merasakan studi di luar negeri, dengan berbagai kelebihan-kelebihan yang didapat sudah ‘seharusnya’ mahasiswa Indonesia yang berada diluar negeri bisa memberikan banyak peran dan kontribusi bagi Indonesia.

Mahasiswa Indonesia di luar negeri harus memiliki fungsi dan peran sebagai director of change, agent of social control, dan iron stock.

Peran sebagai director of change adalah sebagai perancang, melaksanakan, dan merealisasikan setiap perubahan-perubahan menuju kearah yang lebih baik.

peran director of change ini harus dimulai dari diri sendiri. Dengan meningkatkan kualitas diri seperti akhlak,tingkah laku, dan kepribadian menjadikan mahasiswa Indonesia menjadi center of excellence bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitar.

Bangsa Indonesia memerlukan peran mahasiswa sebagai agen sebuah perubahan. Kenapa harus mahasiswa yang menjadi agen perubahan? Karena mahasiswa bersifat dinamis, visioner, dan kreatif sehingga menjadikannya tumpuan serta garda terdepan dalam memberi perbaikan bagi bangsa Indonesia.

Peran mahasiswa sebagai agent of social control juga sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia,

dengan peran ini mahasiswa Indonesia diharapkan memiliki kepekaan, kepedulian, dan memberi kontribusi yang nyata terhadap kondisi masyarakat Indonesia dengan berperan sesuai dengan keilmuan yang dimiliki. Dengan peka dan peduli terhadap kondisi masyarakat Indonesia, mahasiswa diharapkan mempunyai sense of belonging yang tinggi sehingga mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Satu lagi peran mahasiswa yang harus dimiliki adalah iron stock. Peran ini bermaksud mahasiswa menjadi cadangan bagi masa depan bangsa Indonesia,

disaat pemimpin-pemimpin dari kaum tua sudah habis masanya, maka mahasiswalah yang menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya. Sebagai cadangan masa depan bangsa, sudah tentunya sebagai mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keahlian penunjang lainnya merupakan hal wajib untuk dimiliki bagi seluruh mahasiswa Indonesia di baik di dalam maupun luar negeri.

Dengan kondisi berbagai kelebihan yang dimiliki oleh mahasiswa yang melaksanakan studi di luar negeri, sudah seharusnya peran ini bisa dilaksanakan dan bukan hanya sebatas wacana dan tindakan kosong.

Apalah artinya menyandang predikat mahasiswa luar negeri dengan berbagai kelebihan yang dimiliki tanpa bisa memberi peran dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara. Apalagi hanya senang menjadi penonton daripada menjadi aktor utama terhadap perubahan Indonesia yang lebih maju, adil dan makmur, serta bermartabat.

Semua keputusan ada pada anda semuanya, memilih menjadi penonton atau menjadi aktor utama? Semua tergantung anda.

Categories: Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.